SmartNews Logo
Portal Berita Terpercaya & Cerdas
BREAKING NEWS BREAKING
Sumbar Semarakkan HUT RI ke-81 dan Pekan Maulid Nabi, OSIM PSA Sulit Air Gelar Deretan Lomba 1 bulan yang lalu • Sumbar MGMP Matematika Wilayah Tengah Kembangkan Administrasi Digital Berbasis Google Apps Script 1 bulan yang lalu • Sumbar Meriahkan Maulid Nabi 1448 H, Ratusan Pelajar se-Nagari Sulit Air Unjuk Syiar di Masjid Raya 1 bulan yang lalu • Sumsel BMKM Sumsel Terima Kunjungan Kerabat Raja Jembal Kelantan Malaysia, Perkuat Silaturahmi Budaya Melayu-Minangkabau 1 bulan yang lalu • Sumbar Intip Kemegahan Pawai Alegoris HUT RI ke-81 di Nagari Sulit Air 2 bulan yang lalu • Sumsel Pemkab Banyuasin Apresiasi Semangat Warga RW 10 Megah Asri II Rayakan HUT ke-81 RI 2 bulan yang lalu • Sumsel IKM Banyuasin III Meriahkan HUT RI Ke-81: 60 Paket Sembako Disalurkan Hari Ini 2 bulan yang lalu • Sumbar Harmoni Santri di Ranah Minang: Warna Baru Peringatan HUT RI ke-81 di Nagari Sulit Air 2 bulan yang lalu •
Sumbar

RSUD Sawahlunto Gelar Penyuluhan DBD, Edukasi Masyarakat Kenali Gejala dan Pencegahan Sejak Dini

Budi Santoso Diperbarui 19:41 WIB 2 menit membaca
RSUD Sawahlunto Gelar Penyuluhan DBD, Edukasi Masyarakat Kenali Gejala dan Pencegahan Sejak Dini
Liputan dokumentasi peristiwa resmi SmartNews Sumber: SmartNews
Ukuran Teks:
Smart AI Overview

Ringkasan Cerdas AI

  • Kegiatan yang difasilitasi oleh Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD Kota Sawahlunto tersebut dilaksanakan di ruang tunggu Poli Mata dan Poli Gigi lantai bawah.
  • Faras yang memberikan edukasi mengenai penyebab, gejala, penanganan, serta upaya pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
  • PKRS merupakan instalasi khusus di rumah sakit yang bertugas memberikan edukasi dan pemberdayaan kesehatan kepada masyarakat.

Sawahlunto, SmartNews – Dalam rangka memperingati Hari Demam Berdarah Dengue (DBD) ASEAN, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Sawahlunto menggelar penyuluhan kesehatan kepada pasien dan keluarga pasien pada Selasa (23/06/2026).

Kegiatan yang difasilitasi oleh Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD Kota Sawahlunto tersebut dilaksanakan di ruang tunggu Poli Mata dan Poli Gigi lantai bawah.

Penyuluhan menghadirkan narasumber dr. Faras yang memberikan edukasi mengenai penyebab, gejala, penanganan, serta upaya pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

PKRS merupakan instalasi khusus di rumah sakit yang bertugas memberikan edukasi dan pemberdayaan kesehatan kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan memiliki pengetahuan yang lebih baik tentang DBD sehingga mampu mengambil langkah yang tepat ketika menghadapi penyakit tersebut.

Dalam pemaparannya, dr. Faras menjelaskan bahwa DBD merupakan penyakit yang sering dianggap biasa, namun dapat berakibat fatal apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat.

“DBD disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini justru berkembang biak di tempat-tempat yang bersih dan memiliki genangan air, sehingga masyarakat harus waspada dan rutin membersihkan lingkungan sekitar,” jelasnya.

Ia menerangkan bahwa gejala awal DBD umumnya ditandai dengan demam tinggi, nyeri sendi, mual, dan muntah. Menurutnya, pemberian obat penurun panas seperti parasetamol saja tidak cukup untuk mengatasi penyakit tersebut.

Lebih lanjut, dr. Faras menegaskan bahwa fase paling berbahaya pada penderita DBD adalah saat demam mulai menurun. Pada fase kritis ini dapat terjadi kebocoran pembuluh darah yang berisiko menimbulkan komplikasi serius.

“Ketika memasuki fase kritis, pasien harus mendapatkan asupan cairan yang cukup. Banyak minum sangat penting untuk membantu mencegah terjadinya dehidrasi dan komplikasi,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga diimbau segera membawa penderita ke fasilitas kesehatan apabila muncul tanda-tanda bahaya seperti nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, perdarahan, atau buang air besar berwarna hitam.

Pada kesempatan tersebut, dr. Faras juga mengingatkan pentingnya langkah pencegahan melalui gerakan 3M, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penyimpanan air, dan mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Melalui penyuluhan ini, RSUD Kota Sawahlunto berharap masyarakat semakin memahami bahaya DBD serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan guna menekan angka kasus demam berdarah di Kota Sawahlunto dan sekitarnya.(Malin)

 

2,567 kali dibaca
Budi Santoso
Jurnalis Senior

Budi Santoso

Divisi Redaksi – SmartNews

Jurnalis berpengalaman di bidang liputan nasional, investigasi, dan kebijakan publik dengan komitmen menyajikan berita faktual, berimbang, dan berintegritas tinggi untuk masyarakat.

Berita Terkait

Komentar Pembaca (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tulis Komentar